filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Auto;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;
Penginapan Saung Sikhar di Kota Siantar Diduga Jadi Tempat Esek-Esek, Pemerintah Kota Bungkam.
Gosiar.com/Siantar – Nama penginapan Saung Sikhar yang berdiri di Jalan Rajamin Purba, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar mendadak jadi sorotan tajam.
Warga sekitar resah, hotel tersebut diduga kuat jadi tempat praktik mesum berkedok penginapan. Pasalnya, dari lokasi penginapan sering terlihat arus keluar-masuk pasangan muda-mudi mencurigakan.
Dari pemantauan media, tercatat sejumlah pasangan yang diduga bukan suami-istri masuk ke hotel tanpa prosedur verifikasi ketat. Fakta mengejutkan, bahkan petugas tidak meminta KTP dari para pasangan tersebut, tanpa peduli status hubungan mereka.
“Ini jelas-jelas celah. Gimana bisa tahu mereka sah atau tidaknya pasangan tersebut kalau tidak diminta identitas si penyewa kamar penginapan itu?” tegas Romi (Nama Samaran), yang merupakan warga sekitar penginapan Sikhar.
Sistem penerimaan tamu yang sangat minim verifikasi dinilai sangat longgar dan membuka peluang praktik mesum berkedok penginapan murah.
Saat ini warga menuntut pemerintah Kota Pematangsiantar dan aparat segera turun tangan melakukan inspeksi mendalam. Jangan sampai hotel yang berdiri di tengah pemukiman malah jadi sarang praktik tak bermoral.
“Jangan sampai penginapan jadi tempat bebas moral. Kalau dibiarkan, rusak generasi kita. Apa lagi ini sudah puluhan Tahun beroperasi” tandasnya.
Sampai berita ini tiba di meja redaksi, petugas penginapan Saung Sikhar sepertinya enggan berkomentar. (Tim).

