Seorang Pedagang Tewas Dalam Rapat Dengan Kadis Perdagangan Kota Tebing Tinggi.

Gosiar.com/Tebing Tinggi  –  Rapat antara para pedagang dengan Dinas Perdagangan Kota Tebing Tinggi yang digelar di lantai 3 pasar kain Jalan MT Haryono berakhir pilu.

Duka mendalam menyelimuti pedagang Pasar Gambir Kota Tebing Tinggi setelah seorang pedagang bernama Lindon Malau meninggal dunia usai menghadiri rapat bersama Dinas Perdagangan Kota Tebing Tinggi.

Menurut keterangan yang dihimpun, Kepala Dinas Perdagangan melarang mengambil video pada saat rapat berlangsung.

“Banyak saksi saat sang Kadis melarang kami memvideokan saat rapat. Sedangkan Presiden aja boleh kita vidio kan,” cetus salah seorang keluarga korban sebagai pedagang pasar Gambir, Jumat (16/01/2026).

Saat rapat terjadilah perdebatan sengit antara pedagang dengan Dinas Perdagangan. Yang mana Dinas Perdagangan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas.

Dinas Perdagangan membuat kebijakan baru sebagai berikut:

  1. Menaikan retribusi pasar.
  2. Yang punya dua stand kios dikurangi menjadi satu stand kios.
  3. Jika pemilik awal meninggal dunia kios nya tidak bisa diwariskan kepada anak/keluarga.

Atas kebijakan yang di keluarkan oleh Dinas Perdagangan itu, Lindon Malau dan para pedagang lain merasa tidak terima terima. Karena keputusan yang dikeluarkan Dinas Perdagangan tidak memihak kepada para pedagang melain kan keputusan sepihak.

Dimana harga awal persatu kios Rp.75.000,- naik menjadi Rp.300.000.- yang tentunya sangat memberatkan para pedagang.

Karena tidak terima akan keputusan yang diambil oleh Kadis Perdagangan, diduga membuat tensi darah Lindon Malau naik, sehingga membuat beliau pingsan tak sadarkan diri.

Melihat kejadian yang menimpa Lindon Malau membuat rekan pedagang pun melarikan beliau ke RSUD Kumpulan Pane Tebing Tinggi.

Sesampai di RS Lindon Malau di masukan keruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD), namun tak berselang lama perawat menghampiri pihak keluarga bahwasanya Lindon Malau sudah tiada.

“Kejadian ini akan kami laporkan ke pihak kepolisian dan juga ke DPRD Kota Tebing Tinggi. Kami minta keadilan atas kejadian ini yang menimbulkan kematian keluarga kami,” ucap salah seorang keluarga Almarhum Lindon Malau. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *