Emir Bebas Edarkan Sabu di Pongker, Polisi Tutup Mata.
Gosiar.com/Pematangsiantar – Peredaran Narkoba jenis sabu-sabu di Pematangsiantar kian merajalela. Para bandar bebas mengedarkan narkoba tanpa rasa takut.
Mirisnya, para bandar narkoba tersebut menjual secara terang terangan, seolah telah mendapatkan restu dari Pihak satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar.
Seperti halnya yang dilakukan Fahlevi Emir yang secara terang terangan mengedarkan narkoba di Jalan Silimakuta, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat.
Tak main main, dalam sepekan Emir mampu menjual setengah kilo narkoba jenis sabu-sabu. Angka yang cukup mencengangkan.
Sayangnya, pihak Kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polresta Pematangsiantar cuma diam menyaksikan kebrutalan Emir dalam mengedarkan narkoba.
Hal itu terungkap dari salah satu warga sekitar, sebut saja Sizuka (Nama Samaran) yang mulai gerah dengan aktifitas yang di lakukan Emir.
“Bebas kali Emir itu jual narkoba disini, seperti tidak ada yang ditakutinya. Putarannya saja dalam seminggu sudah setengah kilo,” ungkap Sizuka, Kamis (22/01/2026).
Dengan melihat bebasnya Emir mengedarkan narkoba, Sizuka menduga Emir telah menyuap Aparat Kepolisian agar pura pura tidak melihat kegiatan Emir.
“Saya rasa dia (Emir) sudah membayar Polisi untuk pura pura tidak melihat. Karena setiap polisi operasi kesini Emir Pasti tutup duluan. Seperti ada yang memberi kabar kalau polisi mau datang menggerebek” katanya.
Sizuka berharap, Aparat Penegak Hukum, baik dari Kepolisian, TNI, maupun BNN segera menangkap Emir.
“Saya sangat berharap para Aparat Penegak Hukum segera menangkap Emir. Biar jangan sombong kali jadi orang. Banyak warga sini yang tidak suka dengan kesombongannya sekarang, mentang mentang sudah kaya” ucap Sizuka yang sedikit kesal dengan kesombongan Emir.
Terpisah, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar, AKP Irwanta Sembiring SH MH yang dikonfirmasi selalu mengatakan akan Lidik.
“Terimakasih Infonya,akan kami Lidik dan tindak tegas,” jawabnya melalui pesan media whatsapp.
Namun sampai saat ini belum diketahui hasil penyelidikan dari pihak Kepolisian. (Tim)

