Kakek Kurir Narkoba Asal Kota Medan Ditangkap Polisi Dalam Bus Eldivo.

Gosiar.comPematangsiantar  –  Suasana di kawasan Halte Bus Eldivo, Jalan Pattimura, Kecamatan Siantar Timur digegerkan dengan adanya penangkapan kurir narkoba, Senin (1/6/2026).

Dalam penangkapan tersebut, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar terpaksa melakukan aksi penyamaran matang sebagai kernet bus hingga pedagang asongan demi meringkus seorang kakek kurir narkoba jaringan Medan yang baru saja tiba.

Penyergapan yang berlangsung sekira pukul 13.45 WIB tersebut sempat menyedot perhatian warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi. Petugas kepolisian berpakaian preman bergerak cepat menyergap pelaku begitu ia melangkahkan kaki turun dari pintu bus.

Penangkapan dramatis ini bermula saat Kasat Resnarkoba Polres Siantar, AKP Irwanta Sembiring, mendapatkan informasi akurat mengenai adanya seorang pria paruh baya yang menumpangi bus umum dari Medan menuju Kota Pematangsiantar dengan membawa narkotika jenis sabu.

Merespons informasi itu, Irwanta langsung menginstruksikan anggota untuk melakukan pengintaian dan membuntuti bus yang ditumpangi target sejak memasuki gerbang Kota Siantar.

Guna menghindari kebocoran operasi, strategi penyamaran diterapkan di area Halte Bus Eldivo yang terletak di samping Ramayana tersebut. Sejumlah personel membaur rapi dengan aktivitas di sekitar halte; ada yang menyamar sebagai pedagang asongan, dan ada pula yang bersiap sebagai kernet bus agar target sama sekali tidak menaruh curiga.

Begitu Bus Eldivo yang menjadi Target Operasi (TO) merapat, seorang personel yang menyamar sebagai kernet langsung berdiri tepat di depan pintu keluar. Saat melihat pria berusia sekitar 50 tahun dengan ciri-ciri yang sesuai turun, petugas tersebut langsung berpura-pura menawarkan angkutan lanjutan untuk mengalihkan perhatian.

”Mau ke mana Pak? Mau ke Marihat? Ke mana tujuannya, Pak?”tanya petugas tersebut dengan ramah, meniru gaya kernet bus pada umumnya.

Saat pelaku lengah, seluruh personel yang sudah mengepung lokasi langsung bergerak serentak memeluk dan mengunci pergerakan sang kakek. Kedua tangannya pun langsung diborgol di tempat sebelum ia sempat melarikan diri.

Di hadapan warga yang berkerumun di halte, petugas meminta pria tersebut membongkar seluruh barang bawaannya yang dibungkus goni putih.

Saat dibuka, goni tersebut ternyata berisi gergaji, sendok semen, roti bolu, dan sebuah bungkusan plastik merah yang dililit lakban rapat.

”Apa ini? Apa ini? Buka isinya!”tegas petugas di lapangan.

“Aku enggak tahu, Pak,”kilah pria tersebut dengan wajah pucat.

Melihat barang bukti yang diduga kuat adalah sabu, AKP Irwanta Sembiring yang memimpin langsung operasi di lapangan memerintahkan anggotanya segera menggelandang pelaku ke markas komando guna pemeriksaan lebih lanjut.

Setibanya di Polres Siantar, pelaku diketahui bernama Lilik (50), warga Kota Medan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, Lilik ternyata bukan bandar atau pengedar, melainkan bertindak sebagai kurir yang ditugaskan mengantar barang haram tersebut ke Siantar.

Ketika dikonfirmasi oleh awak media mengenai isi bungkusan plastik merah tersebut, ia akhirnya tidak bisa mengelak.

”Sabu,” jawab Lilik, singkat sembari digiring petugas menuju ruang satuan narkoba.

Kasat Resnarkoba Polres Siantar, AKP Irwanta Sembiring, membenarkan penangkapan kurir narkoba antarkota tersebut. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman intensif untuk membongkar jaringan di atasnya.

”Untuk pelakunya masih kita periksa. Dia ini kurir, dan kita masih mendalami siapa pemilik asli sabu tersebut serta kepada siapa barang ini rencananya akan diantarkan di Siantar. Kasus ini masih terus kita kembangkan,” ujar AKP Irwanta kepada awak media.

Terkait total berat barang bukti sabu yang berhasil diamankan, AKP Irwanta belum bisa merinci secara pasti karena masih harus menunggu proses penimbangan resmi.

”Belum kita timbang, jadi belum tahu pasti jumlahnya. Nanti ya, setelah semuanya jelas, akan kita gelar (pers rilis) dulu,” pungkasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *